HELL.o
Judul cliche banget deh ya, setiap tahun selalu dijejali dengan kata-kata tersebut sehingga membuat esensi kebenarannya dipertanyakan. Tapi boleh dong punya resolusi? yaaa..harus!
Ternyata arti kata resolusi menurut KBBI adalah munculnya suatu pernyataan tertulis yang isinya berupa tuntutan. Kira-kira gitu deh.. Intinya apa? resolusi itu merujuk pada tuntutan yang akan kita tuju. Sudah punya resolusi belum?
Menjadi manusia yang lebih baik tentu saja merupakan kewajiban buat kita, tapi akan lebih baik bila diikuti dengan penghidupan yang lebih baik juga. Hahahaha.
Selamat berlibur!
See you in HEAVEN.
Tuesday, 31 December 2013
Wednesday, 4 December 2013
Do what you fear
HELL.o
Sudah nonton film GIE? Atau mungkin baca "Catatan Seorang Demonstran" karya Soe Hok Gie? Baru kemarin saya nonton filmnya. hehehe biar basi yang penting nonton dong ahh..
Kokoh Gie ini adalah seorang aktivis sekaligus Mapala UI. Hidup di jaman pemberontakan PKI pasti nggak mudah lah ya, tapi dia punya gayanya sendiri dalam bersikap dan menyatakan aspirasinya. Menjadi mahasiswa pecinta alam mungkin juga menjadi salah satu bukti kecintaannya buat Indonesia, hal tersebut tertuang dalam inspirasinya berikut ini..
***
Pernah denger lagu Smells Like Teen Spirit? atau mungkin pernah baca biografi berjudul "Heavier Than Heaven"? Keduanya identik dengan pentolan grunge band Nirvana, Kurt (Donald) Cobain.
Kalau dibaca disini, Cobain memang ternyata memiliki darah seniman dalam keluarganya. Tapi itu nggak menjamin band-nya langsung sukses di dunia musik mancanegara, tetep ada berdarah-darahnya juga lah. Soal kehidupan cinta, Cobain sempat menikah sama Courtney Love membuahkan seorang anak bernama Frances Bean Cobain, bisa di browse sendiri lah itu anak kayak apa sekarang ya..
Nah, karya bermusiknya Cobain mah kayaknya jadi kesukaan sepanjang jaman deh, lagu-lagu kayak Come As You Are dan Heart Shaped Box hampir banyak diketahui oleh anak-anak jaman 90an (ente jaman apa? hehehehe), setiap karya musiknya itu diambil dari perjalanan hidupnya sendiri, kayak misalnya lirik lagu Serve the Servants yang bunyinya : I tried hard to have a father but instead I had a dad ini menggambarkan betapa muaknya dia sama bapaknya. hihihi dendam kesumat amat oom..
Tanggal 5 April 1994, Cobain ditemukan tewas akibat peluru yang menembus dari dagu ke kepalanya dan sebuah surat bunuh diri di saku jaketnya, usianya 27tahun.
***
Apa yang sama dari keduanya? Keberanian untuk menjadi diri sendiri untuk menjalani kehidupan yang mungkin cuma sebentar. Mungkin berbeda latar belakang tapi tetap saja hingga mati pun, keduanya memberanikan diri untuk mengapresiasikan apa yang ada di dalam kepala mereka.
Kadang kita terbawa lingkungan yang sebenarnya tidak ingin kita jalankan, ngga betah berada di dalamnya. Seolah-olah jadi palsu aja gitu ngejalaninnya. Tapi kita diam saja, ngga ada upaya untuk keluar atau mungkin hingga melepaskan diri.
Sulit memang ya untuk jadi diri sendiri, tapi akan lebih sulit untuk menjalani hidup sebagai orang lain. Hidup kan cuma sekali, kesempatan datang sudah berkali-kali tapi kadang kita lewati kemudian disesali. hahaha kenapa juga harus gitu? selama kita berada di jalur yang benar seharusnya kita berani memperjuangkannya.
see you in HEAVEN.
Sudah nonton film GIE? Atau mungkin baca "Catatan Seorang Demonstran" karya Soe Hok Gie? Baru kemarin saya nonton filmnya. hehehe biar basi yang penting nonton dong ahh..
Kokoh Gie ini adalah seorang aktivis sekaligus Mapala UI. Hidup di jaman pemberontakan PKI pasti nggak mudah lah ya, tapi dia punya gayanya sendiri dalam bersikap dan menyatakan aspirasinya. Menjadi mahasiswa pecinta alam mungkin juga menjadi salah satu bukti kecintaannya buat Indonesia, hal tersebut tertuang dalam inspirasinya berikut ini..
Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hiprokasi dan slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal akan objek-objeknya, mencintai tanah air Indonesia dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dengan dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat, karena itulah kami naik gunung -Soe Hok GieTernyata gunung pun cinta dengan Gie, sehari sebelum ulangtahunnya yang ke 27, Gie menghembuskan napas terakhirnya akibat terkena gas beracun di Gunung Semeru.
***
Pernah denger lagu Smells Like Teen Spirit? atau mungkin pernah baca biografi berjudul "Heavier Than Heaven"? Keduanya identik dengan pentolan grunge band Nirvana, Kurt (Donald) Cobain.
Kalau dibaca disini, Cobain memang ternyata memiliki darah seniman dalam keluarganya. Tapi itu nggak menjamin band-nya langsung sukses di dunia musik mancanegara, tetep ada berdarah-darahnya juga lah. Soal kehidupan cinta, Cobain sempat menikah sama Courtney Love membuahkan seorang anak bernama Frances Bean Cobain, bisa di browse sendiri lah itu anak kayak apa sekarang ya..
Nah, karya bermusiknya Cobain mah kayaknya jadi kesukaan sepanjang jaman deh, lagu-lagu kayak Come As You Are dan Heart Shaped Box hampir banyak diketahui oleh anak-anak jaman 90an (ente jaman apa? hehehehe), setiap karya musiknya itu diambil dari perjalanan hidupnya sendiri, kayak misalnya lirik lagu Serve the Servants yang bunyinya : I tried hard to have a father but instead I had a dad ini menggambarkan betapa muaknya dia sama bapaknya. hihihi dendam kesumat amat oom..
Tanggal 5 April 1994, Cobain ditemukan tewas akibat peluru yang menembus dari dagu ke kepalanya dan sebuah surat bunuh diri di saku jaketnya, usianya 27tahun.
***
Apa yang sama dari keduanya? Keberanian untuk menjadi diri sendiri untuk menjalani kehidupan yang mungkin cuma sebentar. Mungkin berbeda latar belakang tapi tetap saja hingga mati pun, keduanya memberanikan diri untuk mengapresiasikan apa yang ada di dalam kepala mereka.
Kadang kita terbawa lingkungan yang sebenarnya tidak ingin kita jalankan, ngga betah berada di dalamnya. Seolah-olah jadi palsu aja gitu ngejalaninnya. Tapi kita diam saja, ngga ada upaya untuk keluar atau mungkin hingga melepaskan diri.
Sulit memang ya untuk jadi diri sendiri, tapi akan lebih sulit untuk menjalani hidup sebagai orang lain. Hidup kan cuma sekali, kesempatan datang sudah berkali-kali tapi kadang kita lewati kemudian disesali. hahaha kenapa juga harus gitu? selama kita berada di jalur yang benar seharusnya kita berani memperjuangkannya.
see you in HEAVEN.
Tuesday, 26 November 2013
Hai passion, masih disana?
HELL.o
Saya memang bukanlah tipikal orang yang senang bermimpi, padahal sejak kecil saya sudah dibiarkan untuk memilih apa yang saya kehendaki.. Bukan soal materi ya, tapi lebih ke arah pengekspresian diri. Ibu saya termasuk orang yang memberikan kebebasan berekspresi, berbanding terbalik dengan ayah yang cenderung konservatif dan tidak membiarkan anak perempuannya memiliki kemampuan tertentu.
Beberapa kali saya diterjunkan langsung oleh Ibu untuk menekuni sesuatu. Ibu saya paling ngga tahan kalau melihat anaknya di rumah, ngga ngapa-ngapain. Alhasil setiap kelar liburan sekolah, bertambah pula satu keterampilan saya dalam menjalani kehidupan. hahaha
Semakin banyak hal yang saya dapatkan dari pelajaran baru, saat itu pula pikiran menjadi berkembang ingin menjadi apa saya nantinya. Masih ingat betul dulu saat baru belajar berenang jaman SD, saya langsung kepikiran untuk jadi surfer girl. Saat itu masih jarang menjumpai peselancar perempuan di Indonesia, yah paling enggak, saya kumpulin deh tuh barang-barang a la surfer. Tidak termasuk beli surf board nya sih.. Mahal kakaaaak, saya ndak sanggup..
Liburan jaman SMP ngga kalah seru. Kali ini fokus les nyetir, keinginan jadi surfer belakangan sirna karena pingin jadi pembalap mobil. Hingga akhirnya keinginan jadi pembalap mobil pun kandas saat SMA, kala itu saya yang belum punya SIM nekad mengendarai mobil teman dan BANG! Seorang pengendara motor harus masuk rumah sakit karena saya lengah saat nyetir. Keinginan pun beralih untuk jadi pilot. Namun naas, saya malah masuk jurusan IPS (konon katanya untuk jadi pilot harus masuk di jurusan IPA). Hukss
Akhirnya semakin kesini, saya menjadi tidak punya keinginan buat jadi apapun. APAPUN. Ngambek ceritanya. Hahahaha familiar nggak sama sifat yang kayak gitu? Mungkin anda juga ya? Atau mungkin cuma saya? Ngga sedikit juga yang cita-citanya ambyar karena harus ikut arahan orang tua, yang terkadang jauh dari keinginan kita yang sebenarnya.
Sejak lulus SMA saya benar-benar ngga ingat masih punya cita-cita atau tidak? Saya bersifat demikian ya demi mengurangi rasa kecewa. Tapi apa benar, mimpi itu sudah hilang?
Ternyata tidak juga. Kalau ditarik benang merahnya, ternyata ada yang menyatu. Dalam kasus saya misalnya. Masuk jurusan IPS, ternyata ada salah satu mata pelajaran yang menarik perhatian saya. Ilmu ekonomi! Tapi itu sekedar tertarik.. Belum memberikan banyak kontribusi, NEM saya di pelajaran ekonomi pun masih kalah sama bahasa Inggris. Okelah ngga papa.
Masuk kuliah ngga tau harus pilih apa, seorang teman mau ambil D3 jurusan Pajak. Dengan alasan hanya kuliah 3 tahun dan langsung dapat kerja, saya pun ikut dengannya. Yessss, ternyata diterima di Universitas negeri di Depok.
Nilai-nilai busuk sering muncul di web hasil study. Hal ini cukup membuat saya hampir menyerah dengan keadaan, tapi entah kenapa saya bertahan. Saya suka sama bidang yang kayak gini, saya seneng. Jadi saya tetap menjalaninya dengan hati yang gembira (*layaknya bermain di padang stepa.. jiyeelahhh).
Saat sudah bekerja pun demikian, rasa lelah yang tak berkesudahan kadang bikin kita kesel (dan muak! haha) tapi karena saya senang sama kerjaannya.. yaaa rasanya tetep senang aja gituuu.. (saat ini saya masih bekerja di konsultan IT sebagai staff accounting yang punya ruangan sendiri hahahaha jadinya bisa nulis-nulis di blog deh).
Ternyataaaa, ini yang namanya passion ya. Kata ini tergolong 'baru' untuk saya. Saya baru mencari tahu artinya dan berusaha mengetahui apa yang ada dalam diri saya. Mungkin salah satu passion saya ya si ilmu ekonomi itu, termasuk di dalamnya pajak, perbankan, asuransi, keuangan, dan blah blah blah blah..
Nih salah satu kutipan dari buku Rene Suhardono yang menjadi favorite saya :
Walaupun selisih sehari, saya mau ucapkan Selamat Hari Guru!
Selamat bekerja.. Selamat berkarya di dunia nyata :)
See you in HEAVEN.
Saya memang bukanlah tipikal orang yang senang bermimpi, padahal sejak kecil saya sudah dibiarkan untuk memilih apa yang saya kehendaki.. Bukan soal materi ya, tapi lebih ke arah pengekspresian diri. Ibu saya termasuk orang yang memberikan kebebasan berekspresi, berbanding terbalik dengan ayah yang cenderung konservatif dan tidak membiarkan anak perempuannya memiliki kemampuan tertentu.
Beberapa kali saya diterjunkan langsung oleh Ibu untuk menekuni sesuatu. Ibu saya paling ngga tahan kalau melihat anaknya di rumah, ngga ngapa-ngapain. Alhasil setiap kelar liburan sekolah, bertambah pula satu keterampilan saya dalam menjalani kehidupan. hahaha
Semakin banyak hal yang saya dapatkan dari pelajaran baru, saat itu pula pikiran menjadi berkembang ingin menjadi apa saya nantinya. Masih ingat betul dulu saat baru belajar berenang jaman SD, saya langsung kepikiran untuk jadi surfer girl. Saat itu masih jarang menjumpai peselancar perempuan di Indonesia, yah paling enggak, saya kumpulin deh tuh barang-barang a la surfer. Tidak termasuk beli surf board nya sih.. Mahal kakaaaak, saya ndak sanggup..
Liburan jaman SMP ngga kalah seru. Kali ini fokus les nyetir, keinginan jadi surfer belakangan sirna karena pingin jadi pembalap mobil. Hingga akhirnya keinginan jadi pembalap mobil pun kandas saat SMA, kala itu saya yang belum punya SIM nekad mengendarai mobil teman dan BANG! Seorang pengendara motor harus masuk rumah sakit karena saya lengah saat nyetir. Keinginan pun beralih untuk jadi pilot. Namun naas, saya malah masuk jurusan IPS (konon katanya untuk jadi pilot harus masuk di jurusan IPA). Hukss
Akhirnya semakin kesini, saya menjadi tidak punya keinginan buat jadi apapun. APAPUN. Ngambek ceritanya. Hahahaha familiar nggak sama sifat yang kayak gitu? Mungkin anda juga ya? Atau mungkin cuma saya? Ngga sedikit juga yang cita-citanya ambyar karena harus ikut arahan orang tua, yang terkadang jauh dari keinginan kita yang sebenarnya.
Sejak lulus SMA saya benar-benar ngga ingat masih punya cita-cita atau tidak? Saya bersifat demikian ya demi mengurangi rasa kecewa. Tapi apa benar, mimpi itu sudah hilang?
Ternyata tidak juga. Kalau ditarik benang merahnya, ternyata ada yang menyatu. Dalam kasus saya misalnya. Masuk jurusan IPS, ternyata ada salah satu mata pelajaran yang menarik perhatian saya. Ilmu ekonomi! Tapi itu sekedar tertarik.. Belum memberikan banyak kontribusi, NEM saya di pelajaran ekonomi pun masih kalah sama bahasa Inggris. Okelah ngga papa.
Masuk kuliah ngga tau harus pilih apa, seorang teman mau ambil D3 jurusan Pajak. Dengan alasan hanya kuliah 3 tahun dan langsung dapat kerja, saya pun ikut dengannya. Yessss, ternyata diterima di Universitas negeri di Depok.
Nilai-nilai busuk sering muncul di web hasil study. Hal ini cukup membuat saya hampir menyerah dengan keadaan, tapi entah kenapa saya bertahan. Saya suka sama bidang yang kayak gini, saya seneng. Jadi saya tetap menjalaninya dengan hati yang gembira (*layaknya bermain di padang stepa.. jiyeelahhh).
Saat sudah bekerja pun demikian, rasa lelah yang tak berkesudahan kadang bikin kita kesel (dan muak! haha) tapi karena saya senang sama kerjaannya.. yaaa rasanya tetep senang aja gituuu.. (saat ini saya masih bekerja di konsultan IT sebagai staff accounting yang punya ruangan sendiri hahahaha jadinya bisa nulis-nulis di blog deh).
Ternyataaaa, ini yang namanya passion ya. Kata ini tergolong 'baru' untuk saya. Saya baru mencari tahu artinya dan berusaha mengetahui apa yang ada dalam diri saya. Mungkin salah satu passion saya ya si ilmu ekonomi itu, termasuk di dalamnya pajak, perbankan, asuransi, keuangan, dan blah blah blah blah..
Nih salah satu kutipan dari buku Rene Suhardono yang menjadi favorite saya :
Passion is not what you are good at. It's what you enjoy the most.
Walaupun selisih sehari, saya mau ucapkan Selamat Hari Guru!
Selamat bekerja.. Selamat berkarya di dunia nyata :)
See you in HEAVEN.
Subscribe to:
Posts (Atom)